Rabu, 26 Juni 2013

MEMBACA KOMPREHENSIF


RESENSI MOVEL
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Membac Komperehensif
Dosen Pengampu: M. Fakhrur Saifudin

 









DISUSUN OLEH:
MAFIAH JOSI PUSPITASARI     (A310120101)

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN 2012/2013
MISTERI MADRE DI DALAM KULKAS


Judul Buku                  : Madre
Pengarang                   : Dewi Lestari
Jenis Buku                   : fiksi
Penerbit                       : Bentang Pustaka Cetakan ke-3
Halaman                      : xiv, 160 halaman
Tahun                          : 2012

Dewi Lestari Simangunsong yang arab di panggil Dee lahir di Bandung, 20 Januari 1976 adalah seorang penulis dan penyanyi. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis. Novel pertamanya yang sensasional, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, dirilis 16 Februari 2001. Novel yang laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60), ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris. Sukses dengan novel pertamanya, Dee meluncurkan novel keduanya, Supernova Dua berjudul "Akar" pada 16 Oktober 2002. Pada bulan Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya, Supernova episode PETIR. pada bulan Agustus 2008, Dee merilis novel terbarunya yaitu RECTOVERSO yang merupakan paduan fiksi dan musik.
Madre bukan sekedar cerita tentang perjuangan sejumlah tokoh fiktif demi membangkitkan kembali sebuah pabrik roti yang mat suri. Karakter-karakternya layak dipandang sebagai presentasi dari keberbedaan suku, agama, budaya, kelas sosial, gaya hidup, dan sebagainya, yang bersatu dan bahu membahu mewujudkan kekompakan demi kesejahteraan bersama. Harmoni di dalam Madre adalah miniature Indonesia yang ideal. Menghargai keragaman dan menghormati perbedaan adalah keniscayaan yang berakar kuat dalam ranah sejarah, bisa menjadi modal yang sangat berharga bagi upaya perwujudan hidup yang kaya dan indah. Madre juga menekankan pentingnya kreativitas dan kerja sama, sebab itulah yang akan membuat sebuah bangsa dikenang lebih hormat dan lebih lama. Melalui Madre ini secara sadar atau mungkin tidak sadar Dee telah mengungkap rahasia dapur kreativitas. Sebagaimana produsen roti mempunyai adonan biang, Dee mempunyai Madre, formula khusus yang membuat karya-karyanya terasa istimewa.
           

Tansen Wuisan adalah seorang remaja keturunan Manado dan India. Masa remaja hingga sekarang ia habiskan di Bali. Ibu dan neneknya sudah meninggal. Neneknya meninggal ketika melahirkan ibunya. Ibunya juga meninggal setelah melahirkan dia. Ayahnya adalah seorang yang berjiwa bebas, yang melepaskan Tansen begitu saja. Hidup sendirian tanpa diurusi oleh ayahnya. Tansen mewarisi jiwa bebas ayahnya, kata orang-orang. Sampai pada suatu hari dia berada di tengah TPU etnis Tionghoa yang anehnya dia tidak tahu siapa yang meninggal. Seorang yang meninggal tadi mencantukan nama Tansen sebagai ahli warisnya, dan anehnya lagi selama orang itu hidup, Tansen tidak mengetahui keberadaannya dan ada hubungan apa orang itu dengan Tansen.
Seorang pria menghampiri Tansen, pria itu adalah seorang pengacara yang disewa anak Pak Tan untuk menangani suat wasiat Pak Tan. Pak Tan dulunya adalah seorang pengusaha. Beliau meninggal tidak meninggalkan apa-apa. Untung saja anak-anaknya orang kaya, jadi masalah warisan tidak diributkan. Pengacara itu kemudian mengeluarkan amplop berwarna coklat yang disegel lilin merah. Tansen kemudian membuka amplop itu. Amplop itu berisi sebuah kunci dan sebuah alamat. Tansen kemudian diantar oleh pengacara itu menuju ke alamat yang dia terima yang kebetulan dekat dengan kantor pengacara itu. Tempat itu adalah toko tua di daerah Jakrta tua. Ruko tua dua lantai itu tidak ada tanda-tanda kehidupan selain gerak laba-laba dimana-mana. Tansen kemudian memencet bel dan pintu besar itu membuka. Laki-laki Cina tua itu bernama Pak Hadi. Pak Hadi adalah penghuni ruko tua itu. Ruko tua itu ternyata dulunya adalah toko roti atau toko kue. Dulunya Pak Hadi adalah pegawai toko roti itu.
Sudah lima tahun toko roti itu mati suri dan tak beroperasi. Toko roti itu bernama “Tan de Bakker” yang berdiri tahun 1943. Seiring kemunculan bekery-bakery modern, Tan de Bakker mulai tenggelam. Madre juga tidak digunakan. Karyawan di toko roti itu lima orang. Pak Tan bilang, Madre harus dirawat orang muda yang semangatnya baru. Pengalaman di dapur saja Tansen gagal, apalagi membuat roti. Pak Hadi kemudian mengajak Tansen ke belakang, dan berhenti di depan sebuah lemari pendingin tua berwarna putih. Tansen menyerahkan kunci yang dia terima tadi kepada Pak Hadi. Lalu pak Hadi memutar kunci itu dan Tansen membuka pnitu kulkasnya. Kulkas besar itu ternyata didedikasi untuk menyimpan satu benda sja, stoples kaca berukuran besar yang isinya adonan putih keruh. Ternyata adonan putih keruh tadi adalah Madre.
Betapa terkejutnya Tansen ketika melihat apa yang diwariskan Pak Tan kepadanya. Hanya sebuah adonan putih keruh. Semakin lama dia semakin bingung. Dia tidak kenal siapa Pak Tan. Tansen semakin yakin bahwa Pak Tan salah orang. Tetapi, Pak Hadi mengenal siapa nenek dan ibu Tansen. Pak Hadi  bercerita banyak hal tentang Pak Tan dan Lakshmi. Ketika masih muda mereka bekerja di sebuah toko roti. Kata Tan, roti buatan Lakshmi berbeeda sekali dengan roti yang di buat oleh pegawai lain padahal adonannya sama. Tan kemudian mengajak lakshmi bekerja sama. Mereka keluar dari toko tempat mereka bekerja. Awalnya kecil-kecillan, sampai pada akhirnya Tan mempunyai toko. Kedekatan mereka berubah menjadi saling jatuh cinta. Zaman dahulu orang India menikah dengan orang Cina itu susah. Tetapi mereka tidak peduli. Lakshmi dan Tan diusir oleh keluarga mereka masing-msing. Akhirnya lakshmi meninggal. Dulu sudah hamper bangkrut, tapi Tan ditolong oleh keluarnganya. Tan kemudian akur lgi dengan orang tuanya. Tansen tetap tidak percaya pada cerita Pak Hadi. Tansen bersikeras akan meninggalkan Jakarta dan kembali ke Bali. Tetapi tiket bis Tansen telah hangus.
Madre adalah adonan biang. Hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama saccbaromyses exiguous. Madre lahir pda tahun 1941 sebelum tan de Bakker. Pak Hadi meminta Tansen untuk tinggal sehari lagi di Jakarta. Adonan bernama Madre itu kini menerangi gelaonya lorong memori tentang orang-orang yang mewariskan darahnya di nadi Tansen. Karena itulah dia tinggal sehari lagi. Tengah malam Tansen mencari warnet, seminggu sekali dia berjanji pada dirinya sendiri untuk mengisi blog. Menuis di blog adalah rutinitas Tansen dua tahun terakhir ini. Tidak ada tema khusus di dalam tulisannya. Blog itu mempunyai sekelompok pembaca dan berkomentar di blognya. Hari ini Tansen menulis dan menceritakan tentang Madre di blognya.
Pagi itu Pak Hadi mengajari Tansen membuat roti. Pak Hadi mengeluarkan bahan-bahan termasuk mengeluarkan Madre dari kulkas. Mneguleni adonan adalah hal yang menyenangkan. Adonan tersebut mengembangnya sangat lama. Sambil menunggu adonan mengembang, Tansen pergi ke warnet untuk mengecek blognya. Ada lima orang yang menanggapi tulisan di blognya. Orang itu ingin mencoba roti yang di buat menggunakan Madre. Orang itu juga mencantumkan nomor ponselnya. Tansen akhirnya menghubungi nomor itu. Orang itu kemudian menelpon Tansen. Tansen bilang roti itu tidak dijual, tetapi dibuat untuk sendiri. Orang itu adalah Mei, yang akhirnya datang ke toko roti Tansen. mei adalah seorang pengusaha roti yang sukses. Sewaktu kecil Mei sering diajak ayahnya ke Tan de Bakker. Setelah merasakan roti itu, Mei mengajukan proposal untuk membeli Madre. Tetapi Pak Hadi bersikeras bahwa Madre tidak dijual. Pegawai di Tan de Bakker memang sudah lanjut usia. Tetapi semangat mereka untuk toko itu sangat besar. Madre adalah sejarah kesuksesan Tan de Bakker zaman dulu. Jika di kelola oleh orang yag tepat Madre akan terus berkembang pesat.  
Sampai akhirnya Mei memberikan penawaran kepada Tansen untuk bekerja sama. Disamping itu Tansen juga kawatir dengan kondisi pegawai yang sudah lanjut usia. Tetapi para pegawai itu tetap bersemangat untuk bekerja. Mereka mengganggap semua yang bekerja di Tan de Bakker sudah seperti keluarga. Sekarang Tan de bakker menjadi toko roti yang berkembang pesat.
Menurut saya, buku ini menarik jika dibandingkan dengan buku yang lain. Dikarenakan buku ini mengangkat kehidupan sosial, perbedaan agama, ras, dan gaya hidup seseorang. Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan gambaran perjuangan hidup seseorang. Tidak seperti buku lain yang hanya mengisahkan tentang percintaan saja sedangkan nilai kehidupan sosialnya kurang, tetapi buku ini berasal dari pengalaman penulis yang memulai berkarya dengan bertanya, bertanya tentang makna kehidupan, kelahiran, kematian, Tuhan, cinta, kemerdekaan. Pada akhirnya terbentuk karya fiksi yang sangat bagus. Buku ini cocok untuk dibaca kalangan orang dewasa, karena bahasa yang yang digunakan sulit dipahami.
            Kelebihan dari buku ini adalah seperti yang saya ungkapkan di atas bahwa buku ini menarik karena mengangkat kehidupan sosial dan tidak hanya percintaan saja. Mengajarkan kita bahwa hidup itu adalah perjuangan.
            Kekurangan dari buku ini adalah penggunaan bahasa dalam buku ini cukup membingungkan dan sulit dipahami. Terkadang pembaca harus berhenti sejenak untuk mengulang kata yang sudah dibaca dan berusaha untuk memahami kata tersebut.