RESENSI MOVEL
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Membac Komperehensif
Dosen Pengampu: M. Fakhrur Saifudin
DISUSUN OLEH:
MAFIAH JOSI PUSPITASARI (A310120101)
PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN
2012/2013
MISTERI MADRE DI
DALAM KULKAS
Judul Buku :
Madre
Pengarang : Dewi Lestari
Jenis Buku :
fiksi
Penerbit : Bentang Pustaka Cetakan ke-3
Halaman : xiv, 160 halaman
Tahun : 2012
Dewi Lestari
Simangunsong yang arab di panggil Dee lahir di Bandung, 20 Januari 1976 adalah
seorang penulis dan penyanyi
. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita
Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan
Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal
luas sebagai novelis.
Novel pertamanya yang sensasional, Supernova Satu : Ksatria, Puteri
dan Bintang Jatuh, dirilis 16 Februari 2001. Novel yang laku 12.000 eksemplar
dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar ini banyak
menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan
“Supernova Satu” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan
menggaet Harry Aveling (60), ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra
Indonesia ke bahasa Inggris. Sukses dengan novel pertamanya, Dee meluncurkan
novel keduanya, Supernova Dua berjudul "Akar" pada 16 Oktober 2002.
Pada bulan Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya, Supernova episode PETIR.
pada bulan Agustus 2008, Dee merilis novel terbarunya yaitu RECTOVERSO yang
merupakan paduan fiksi dan musik.
Madre bukan
sekedar cerita tentang perjuangan sejumlah tokoh fiktif demi membangkitkan
kembali sebuah pabrik roti yang mat suri. Karakter-karakternya layak dipandang
sebagai presentasi dari keberbedaan suku, agama, budaya, kelas sosial, gaya
hidup, dan sebagainya, yang bersatu dan bahu membahu mewujudkan kekompakan demi
kesejahteraan bersama. Harmoni di dalam Madre adalah miniature Indonesia yang
ideal. Menghargai keragaman dan menghormati perbedaan adalah keniscayaan yang
berakar kuat dalam ranah sejarah, bisa menjadi modal yang sangat berharga bagi
upaya perwujudan hidup yang kaya dan indah. Madre juga menekankan pentingnya
kreativitas dan kerja sama, sebab itulah yang akan membuat sebuah bangsa
dikenang lebih hormat dan lebih lama. Melalui Madre ini secara sadar atau
mungkin tidak sadar Dee telah mengungkap rahasia dapur kreativitas. Sebagaimana
produsen roti mempunyai adonan biang, Dee mempunyai Madre, formula khusus yang
membuat karya-karyanya terasa istimewa.
Tansen Wuisan
adalah seorang remaja keturunan Manado dan India. Masa remaja hingga sekarang
ia habiskan di Bali. Ibu dan neneknya sudah meninggal. Neneknya meninggal
ketika melahirkan ibunya. Ibunya juga meninggal setelah melahirkan dia. Ayahnya
adalah seorang yang berjiwa bebas, yang melepaskan Tansen begitu saja. Hidup
sendirian tanpa diurusi oleh ayahnya. Tansen mewarisi jiwa bebas ayahnya, kata
orang-orang. Sampai pada suatu hari dia berada di tengah TPU etnis Tionghoa
yang anehnya dia tidak tahu siapa yang meninggal. Seorang yang meninggal tadi
mencantukan nama Tansen sebagai ahli warisnya, dan anehnya lagi selama orang
itu hidup, Tansen tidak mengetahui keberadaannya dan ada hubungan apa orang itu
dengan Tansen.
Seorang pria
menghampiri Tansen, pria itu adalah seorang pengacara yang disewa anak Pak Tan
untuk menangani suat wasiat Pak Tan. Pak Tan dulunya adalah seorang pengusaha.
Beliau meninggal tidak meninggalkan apa-apa. Untung saja anak-anaknya orang kaya,
jadi masalah warisan tidak diributkan. Pengacara itu kemudian mengeluarkan
amplop berwarna coklat yang disegel lilin merah. Tansen kemudian membuka amplop
itu. Amplop itu berisi sebuah kunci dan sebuah alamat. Tansen kemudian diantar
oleh pengacara itu menuju ke alamat yang dia terima yang kebetulan dekat dengan
kantor pengacara itu. Tempat itu adalah toko tua di daerah Jakrta tua. Ruko tua
dua lantai itu tidak ada tanda-tanda kehidupan selain gerak laba-laba
dimana-mana. Tansen kemudian memencet bel dan pintu besar itu membuka.
Laki-laki Cina tua itu bernama Pak Hadi. Pak Hadi adalah penghuni ruko tua itu.
Ruko tua itu ternyata dulunya adalah toko roti atau toko kue. Dulunya Pak Hadi
adalah pegawai toko roti itu.
Sudah lima
tahun toko roti itu mati suri dan tak beroperasi. Toko roti itu bernama “Tan de
Bakker” yang berdiri tahun 1943. Seiring kemunculan bekery-bakery modern, Tan de Bakker mulai tenggelam. Madre juga
tidak digunakan. Karyawan di toko roti itu lima orang. Pak Tan bilang, Madre
harus dirawat orang muda yang semangatnya baru. Pengalaman di dapur saja Tansen
gagal, apalagi membuat roti. Pak Hadi kemudian mengajak Tansen ke belakang, dan
berhenti di depan sebuah lemari pendingin tua berwarna putih. Tansen
menyerahkan kunci yang dia terima tadi kepada Pak Hadi. Lalu pak Hadi memutar
kunci itu dan Tansen membuka pnitu kulkasnya. Kulkas besar itu ternyata
didedikasi untuk menyimpan satu benda sja, stoples kaca berukuran besar yang
isinya adonan putih keruh. Ternyata adonan putih keruh tadi adalah Madre.
Betapa
terkejutnya Tansen ketika melihat apa yang diwariskan Pak Tan kepadanya. Hanya
sebuah adonan putih keruh. Semakin lama dia semakin bingung. Dia tidak kenal
siapa Pak Tan. Tansen semakin yakin bahwa Pak Tan salah orang. Tetapi, Pak Hadi
mengenal siapa nenek dan ibu Tansen. Pak Hadi
bercerita banyak hal tentang Pak Tan dan Lakshmi. Ketika masih muda
mereka bekerja di sebuah toko roti. Kata Tan, roti buatan Lakshmi berbeeda
sekali dengan roti yang di buat oleh pegawai lain padahal adonannya sama. Tan
kemudian mengajak lakshmi bekerja sama. Mereka keluar dari toko tempat mereka
bekerja. Awalnya kecil-kecillan, sampai pada akhirnya Tan mempunyai toko.
Kedekatan mereka berubah menjadi saling jatuh cinta. Zaman dahulu orang India
menikah dengan orang Cina itu susah. Tetapi mereka tidak peduli. Lakshmi dan
Tan diusir oleh keluarga mereka masing-msing. Akhirnya lakshmi meninggal. Dulu
sudah hamper bangkrut, tapi Tan ditolong oleh keluarnganya. Tan kemudian akur
lgi dengan orang tuanya. Tansen tetap tidak percaya pada cerita Pak Hadi.
Tansen bersikeras akan meninggalkan Jakarta dan kembali ke Bali. Tetapi tiket
bis Tansen telah hangus.
Madre adalah
adonan biang. Hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama saccbaromyses exiguous. Madre lahir pda
tahun 1941 sebelum tan de Bakker. Pak Hadi meminta Tansen untuk tinggal sehari
lagi di Jakarta. Adonan bernama Madre itu kini menerangi gelaonya lorong memori
tentang orang-orang yang mewariskan darahnya di nadi Tansen. Karena itulah dia
tinggal sehari lagi. Tengah malam Tansen mencari warnet, seminggu sekali dia
berjanji pada dirinya sendiri untuk mengisi blog. Menuis di blog adalah
rutinitas Tansen dua tahun terakhir ini. Tidak ada tema khusus di dalam
tulisannya. Blog itu mempunyai sekelompok pembaca dan berkomentar di blognya.
Hari ini Tansen menulis dan menceritakan tentang Madre di blognya.
Pagi itu Pak
Hadi mengajari Tansen membuat roti. Pak Hadi mengeluarkan bahan-bahan termasuk
mengeluarkan Madre dari kulkas. Mneguleni adonan adalah hal yang menyenangkan.
Adonan tersebut mengembangnya sangat lama. Sambil menunggu adonan mengembang,
Tansen pergi ke warnet untuk mengecek blognya. Ada lima orang yang menanggapi
tulisan di blognya. Orang itu ingin mencoba roti yang di buat menggunakan
Madre. Orang itu juga mencantumkan nomor ponselnya. Tansen akhirnya menghubungi
nomor itu. Orang itu kemudian menelpon Tansen. Tansen bilang roti itu tidak
dijual, tetapi dibuat untuk sendiri. Orang itu adalah Mei, yang akhirnya datang
ke toko roti Tansen. mei adalah seorang pengusaha roti yang sukses. Sewaktu
kecil Mei sering diajak ayahnya ke Tan de Bakker. Setelah merasakan roti itu,
Mei mengajukan proposal untuk membeli Madre. Tetapi Pak Hadi bersikeras bahwa
Madre tidak dijual. Pegawai di Tan de Bakker memang sudah lanjut usia. Tetapi
semangat mereka untuk toko itu sangat besar. Madre adalah sejarah kesuksesan
Tan de Bakker zaman dulu. Jika di kelola oleh orang yag tepat Madre akan terus
berkembang pesat.
Sampai
akhirnya Mei memberikan penawaran kepada Tansen untuk bekerja sama. Disamping
itu Tansen juga kawatir dengan kondisi pegawai yang sudah lanjut usia. Tetapi
para pegawai itu tetap bersemangat untuk bekerja. Mereka mengganggap semua yang
bekerja di Tan de Bakker sudah seperti keluarga. Sekarang Tan de bakker menjadi
toko roti yang berkembang pesat.
Menurut saya,
buku ini menarik jika dibandingkan dengan buku yang lain. Dikarenakan buku ini
mengangkat kehidupan sosial, perbedaan agama, ras, dan gaya hidup seseorang. Tidak
hanya itu, buku ini juga memberikan gambaran perjuangan hidup seseorang. Tidak
seperti buku lain yang hanya mengisahkan tentang percintaan saja sedangkan
nilai kehidupan sosialnya kurang, tetapi buku ini berasal dari pengalaman
penulis yang memulai berkarya dengan bertanya, bertanya tentang makna
kehidupan, kelahiran, kematian, Tuhan, cinta, kemerdekaan. Pada akhirnya
terbentuk karya fiksi yang sangat bagus. Buku ini cocok untuk dibaca kalangan
orang dewasa, karena bahasa yang yang digunakan sulit dipahami.
Kelebihan
dari buku ini adalah seperti yang saya ungkapkan di atas bahwa buku ini menarik
karena mengangkat kehidupan sosial dan tidak hanya percintaan saja. Mengajarkan
kita bahwa hidup itu adalah perjuangan.
Kekurangan
dari buku ini adalah penggunaan bahasa dalam buku ini cukup membingungkan dan
sulit dipahami. Terkadang pembaca harus berhenti sejenak untuk mengulang kata
yang sudah dibaca dan berusaha untuk memahami kata tersebut.